10 Februari 2022 - 14:32
Kehadiran Perempuan di Ranah Sosial sangat Diperlukan

“Kehadiran perempuan di arena dan kegiatan sosial, pendidikan dan pelatihan diakui oleh Al-Qur'an.

Menurut Kantor Berita ABNA, pada momen peringatan wiladah Sayidah Fatimah az-Zahra sa dan Pekan Perempuan Nasional, pertemuan virtual internasional pertama muslimah pengikut Ahlulbait as dengan para pejabat Forum Internasional Ahlulbait as berlangsung pada Rabu, (26/1). 

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as menyatakan, Penting untuk mempelajari kehidupan Sayidah Fatimah az-Zahra sa setiap saat; Apalagi di saat kita sedang menghadapi berbagai persoalan, status pendidikan Sayidah Zahra sa sebagai guru dan status pendidikannya sebagai pembimbing merupakan pendekatan penting yang dapat memberikan hasil yang berharga dalam mempelajari hidupnya."

Ayatullah Reza Ramezani dalam mengungkapkan karakteristik Sayidah Fatimah az-Zahra sa  menambahkan, "Ia memiliki peran sebagai guru di rumah dan mampu membesarkan anak-anak terbaik dengan fasilitas paling sedikit. Sayidah Zahra sa menghadapi berbagai masalah dan rangkaian kesulitan sepanjang hidupnya; Sejak kecil ia telah kehilangan ibunya, Sayidah Khadijah sa dan juga menghadapi masalah yang dihadapi umat Islam. Ia ikut merasakan kesulitan di Syi'ib Abi Thalib saat bersama Bani Hasyim kena sanksi sosial dan ekonomi dari Bani Quraisy."

Ia melanjutkan, "Sayidah Fatimah menikah dengan Imam Ali as, dan jika Allah Yang Maha Kuasa tidak menciptakan Imam Ali as, tidak akan orang yang sepadan dengan Sayidah Zahra sa. Selama perang Islam awal yang dipimpin langsung Nabi Muhammad saw, Imam Ali as selalu hadir dan peran pendidikan Fatimah az-Zahra sa sangat menonjol."

Ulama besar dari Hauzah Ilmiah Qom ini menambahkan, "Sayidah Zahra sa telah tampil sebagai istri dan ibu yang terbaik."

"Dia hadir dan memberi peran dalam pembangunan masyarakat Islam. Sayidah Zahra sa sebagai muslimah sejati yang dididik di madrasah Nabi dan memberi pengaruh dalam posisi ibu, istri dan juga di arena sosial sebagai aktivis. Pertemuan diadakan untuk menyadarkan dan mengedukasi masyarakat; Kaum perempuan datang kepada Sayidah Zahra untuk tanya jawab, dan ia memberikan bimbingan dan peran pendidikan." Ungkapnya. 

Ayatullah Ramezani lebih lanjut menjelaskan mengenai posisi dan status perempuan dalam Islam. "Saat ini, setengah dari populasi dunia adalah perempuan, anak perempuan dan ibu. Perhatian Al-Qur'an terhadap bidang ini sangat penting. Kita memiliki banyak ayat dalam Al Qur'an tentang masalah perempuan. Kita memiliki surah yang disebut Nisa dan beberapa surah diberi nama berdasarkan karakter perempuan secara khusus seperti Sayidah Maryam."

"Banyak pembahasan dalam Islam tentang perempuan menunjukkan pentingnya isu perempuan." Dalam Al-Qur'an, beberapa tokoh perempuan diperkenalkan sebagai panutan. Al-Qur'an memperkenalkan Sayidah Zahra sa sebagai seorang dermawan. Oleh karena itu, perhatian semua generasi terhadap isu perempuan harus besar; Khususnya dalam keluarga, perempuan merupakan elemen penting yang dapat menjamin kesehatan mental masyarakat dengan memainkan peran pendidikan." Jelasnya. 

Sekjen Forum Internasional Ahlulbait as menegaskan, "Dalam ayat-ayat dan hadits-hadits tentang perempuan, di mana pun ada pembahasan status yang sebenarnya, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam ibadah dan penghambaan; Iman tidak mengenal jenis kelamin, dan amal saleh itu penting. Dalam pandangan Allah swt jika seseorang memiliki iman dan amal saleh, kehidupan yang baik akan datang kepadanya." 

"Kemanusiaan tidak mengenal pria dan wanita; Kategori kemanusiaan mencakup semua orang yang telah menemukan jalan mereka ke alam martabat. Di mana otoritas nyata yang bersangkutan, itu adalah umum antara laki-laki dan perempuan. Beberapa masalah memang terjadi ikhtilaf; Tidak bolehnya seorang wanita menjadi imam jama’ah bagi laki-laki adalah suatu hal yang patut disyukuri, dan mungkin saja kepribadian ma'mum yang sebenarnya lebih tinggi dari imam jama'ah." Tambahnya. 

Mengenai perlunya kehadiran perempuan di arena sosial, ia mengatakan, “Kehadiran perempuan di arena dan kegiatan sosial, pendidikan dan pelatihan diakui oleh Al-Qur'an dan tidak dapat dipungkiri. Sebaliknya, peran perempuan malah dituntut sebagaimana halnya laki-laki; Dalam topik khusus wanita, beberapa wanita mungkin perlu mengambil spesialisasi di bidang tertentu. Juga dalam banyak hal lain seperti pendidikan, peran perempuan bisa sangat menonjol."

Ayatullah Ramezani menambahkan, "Dalam masalah pendidikan, perempuan bisa berperan besar. Juga dalam bidang budaya, sosial bahkan ekonomi dan manajerial, perempuan dapat menunjukkan kompetensinya. Tentu saja, di Republik Islam Iran, wanita telah menunjukkan kelayakan mereka; Kami memiliki wanita yang sukses di posisi wakil presiden dan mereka telah memberikan perkhidmatan yang sangat berharga."

"Kami berharap untuk mempelajari bidang-bidang yang berkaitan dengan perempuan secara akurat dan mendalam dan untuk meninjau dan mendefinisikan kembali pandangan kita. Dengan kesadaran dan pertumbuhan intelektual dan spiritual yang telah muncul, kita seharusnya tidak lagi melihat kurangnya cinta perempuan di masyarakat." Tegasnya.